Minggu, 12 Maret 2017

SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA

Indonesia adalah negara yang memiliki letak geografis yang sangat strategis, karena berada di antara dua benua (Asia dan Eropa) serta dua samudra (Pasifik dan Hindia), sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran perdagangan antar benua. Perdagangan saat itu mengenal sebutan jalur sutra laut, yaitu jarur dari Tiongkok dan Indonesia yang melalui Selat Malaka menuju ke India. Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah di Barat (Kekaisaran Romawi). Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar. Misalnya di masa Sriwijaya, saat perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai zaman keemasannya. Raja-raja dan para bangsawan mendapatkan kekayaannya dari berbagai upeti dan pajak. Tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena mereka justru diuntungkan oleh banyaknya kapal yang lewat di daerah mereka.
Sejarah Perekonomian Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 4 masa, yaitu:
     1.      Masa Sebelum Kemerdekaan
Daya tarik Indonesia akan sumber daya alam dan rempah-rempah membuat bangsa-bangsa Eropa berbondong-bondong datang untuk menguasai Indonesia. Sebelum merdeka setidaknya ada 4 negara yang pernah menjajah Indonesia, diantaranya adalah Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang.
Pada masa penjajahan Portugis, perekonomian Indonesia tidak banyak mengalami perubahan dikarenakan waktu Portugis menjajah tidaklah lama disebabkan kekalahannya oleh Belanda untuk menguasai Indonesia, sehingga belum banyak yang dapat diberlakukan kebijakan.
Dalam masa penjajahan Belanda selama 350 tahun Belanda melakukan berbagai perubahan kebijakan dalam hal ekonomi, salah satunya dengan dibentuknya Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Belanda memberikan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda dengan tujuan menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC milik Inggris.
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi :
a. Hak mencetak uang
b. Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
c. Hak menyatakan perang dan damai
d. Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
e. Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja

Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.
Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah.

Namun pada tahun 1795, VOC dibubarkan karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
a. Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar
b.Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar
c.Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri
d.Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch dengan tujuan memproduksi berbagai komoditi yang diminta di pasar dunia. Sistem tersebut sangat menguntungkan Belanda namun semakin menyiksa pribumi. Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
 Cultuurstelstel melibatkan para bangsawan dalam pengumpulannya, antara lain dengan memanfaatkan tatanan politik Mataram–yaitu kewajiban rakyat untuk melakukan berbagai tugas dengan tidak mendapat imbalan–dan memotivasi para pejabat Belanda dengan cultuurprocenten (imbalan yang akan diterima sesuai dengan hasil produksi yang masuk gudang).
 Bagi masyarakat pribumi, sudah tentu cultuurstelstel amat memeras keringat dan darah mereka, apalagi aturan kerja rodi juga masih diberlakukan. Namun segi positifnya adalah, mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup
Sistem Ekonomi Pintu Terbuka (Liberal) terjadi karena adanya desakkan kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi kearah yang lebih baik dengan mendorong pemerintah Belanda mengubah kebijakkan ekonominya. Dibuatlah peraturan-peraturan agrarian yang baru, yang antara lain mengatur tentang penyewaan tanah pada pihak swasta untuk jangka 75 tahun dan aturan tentang tanah yang boleh disewakan dan yang tidak boleh. Pada akhirnya, sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan pribumi, tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang tidak diperlakukan layak.
Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah.
Pemerintah militer Jepang menerapkan kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi untuk mendukung gerak maju Jepang dalam Perang Pasifik. Akibatknya terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama.

     2.      Masa Orde Lama
       a)  Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
 Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk karena inflasi yang disebabkan oleh beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada Oktober 1946 pemerintah RI mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Namun adanya blokade ekonomi oleh Belanda dengan menutup pintu perdagangan luar negeri mengakibatkan kekosongan kas negara.
Dalam menghadapi krisis ekonomi-keuangan, pemerintah menempuh berbagai kegiatan, diantaranya :
Pinjaman Nasional, menteri keuangan Ir. Soerachman dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) mengadakan pinjaman nasional yang akan dikembalikan dalam jangka waktu 40 tahun.
Hubungan dengan Amerika, Banking and Trade Coorporation (BTC) berhasil mendatangkan Kapal Martin Behrman di pelabuhan Ciberon yang mengangkut kebutuhan rakyat, namun semua muatan dirampas oleh angkatan laut Belanda.
Konferensi Ekonomi, Konferensi yang membahas mengenai peningkatan hasil produksi pangan, distribusi bahan makanan, sandang, serta status dan administrasi perkebunan asing.
Rencana Lima Tahunan (Kasimo Plan), memberikan anjuran memperbanyak kebun bibit dan padi ungul, mencegah penyembelihan hewan-hewan yang membantu dalam pertanian, menanami tanah terlantar di Sumatra, dan mengadakan transmigrasi.
Keikutsertaan Swasta dalam Pengembangan Ekonomi Nasional, mengaktifkan dan mengajak partisipasi swasta dalam upaya menegakkan ekonomi pada awal kemerdekaan.
Nasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Negara Indonesia,
Sistem Ekonomi Gerakan Benteng (Benteng Group)
Sistem Ekonomi Ali-Baba
      b)  Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Perekonomian diserahkan sepenuhnya pada pasar, padahal pengusaha pribumi masih belum mampu bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Pada akhirnya hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain:
Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun
Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu menumbuhkan wiraswasta pribumi agar bisa berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional
Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
     c)  Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segalanya diatur pemerintah). Namun lagi-lagi sistem ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. Akibatnya adalah :
Devaluasi menurunkan nilai uang dan semua simpanan di bank diatas 25.000 dibekukan
Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin
Kegagalan dalam berbagai tindakan moneter
     3.      Masa Orde Baru
Pada awal orde baru, stabilitas ekonomi dan politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorintasi pada pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Setelah melihat pengalaman masa lalu, dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Ini merupakan praktek dari salah satu teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas.
Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang, tercermin dalam 8 jalur pemerataan : kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan. Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita.
Hasilnya, pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi, dan industrialisasi yang meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam, serta penumpukan utang luar negeri. Disamping itu, pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil.
Sehingga meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
     4.      Masa Orde Reformasi
Orde reformasi dimulai saat kepemimpinan presiden BJ.Habibie, namun belum terjadi peningkatan ekonomi yang cukup signifikan dikarenakan masih adanya persoalan-persoalan fundamental yang ditinggalkan pada masa orde baru. Kebijakan yang menjadi perhatian adalah cara mengendalikan stabilitas politik. Sampai pada masa kepemimipinan presiden Abdurrahman Wahit, Megawati Soekarnoputri, hingga sekarang masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun masalah-masalah yang diwariskan dari masa orde baru masih belum dapat diselesaikan secara sepenuhnya. Bisa dilihat dengan masih adanya KKN, inflasi, pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, dan melemahnya nilai tukar rupiah yang menjadi masalah polemik bagi perekonomian Indonesia.
a)      Masa Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri
Masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Kebijakan yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ekonomi antara lain :
a.     Meminta penundaan utang sebesar US$ 5,8 Milyar pada pertemuan paris Club ke-3 dan mengalokasikan pemabayaran utang luar negri sebesar 116,3 Trilliun.
b.     Kebijakan privatisasi BUMN.
Privatisasi yaitu menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Penjaualan tersebut berhasil menaikan partumbuhan ekonomi Indonesia menajadi 4,1%. Namun kebijakan ini menibulkan kontroversi yaitu BUMN yang di privatisasikan dijual pada perusahaan asing.

b)     Masa kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan kontroversial pertama Presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, yang dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyrakat. Kemudian muncul pula kebijakan kontroversial yang kedua yakni BLT bantuan langsung tunai bagi masyarakat miskin. Namun kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagaiannya juga banyak menimbulkan masalah sosial. Kebijkan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur summit pada bulan 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Dengan semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapakan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. Pada pertengahan bulan oktober 2006 Indonesia melunasi seluruh sisa hutang pada IMF sebesar 3,2 Miliar dolar AS. Harapan kedepannya adalah Indonesia tidak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri.

ANALISIS :
Dari sejarah perekonomian indonesia diatas kita dapat mengetahui bahwa indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dan juga sumber daya manusia. Tak heran jika dijaman dahulu orang-orang eropa berbondong-bondong datang ke indonesia hanya untuk mendapatkan sumber daya yang melimpah, jadi bisa dilihat indonesia sudah memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan sektor perekonomian yaitu, sumber daya alam dan sumber daya manusia. Perekonomian di Indonesia ini sangatlah penting yang kerap kurang menjadi perhatian bahkan mayoritas masyarakat Indonesia sendiri tidak mengetahui tentang sejarah awal mula perekonomian di Indonesia. Kita sebagai pemuda bangsa Indonesia harus mempelajari tentang sejarah perekonomian di indonesia ini agar kita dapat mengambil pelajaran serta hal penting yang kelak dapat menjadi pedoman kita untuk mengambil perekonomia yang baik.
Perekonomian Indonesia berawal dari zaman kerajaan, dimana kerajaan yang ada di Indonesia sudah mulai mengolah rempah-rempah untuk diperdagangkan, dimana bagi bangsa asing merupakan suatu komiditi yang bernilai besar. Namun pada saat itu, kerajaan di Indonesia masih mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan, sehingga, bangsa asing mulai mencari keberadaan rempah-rempah tersebut. Pada masa itu perekonomian indonesia bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan. Masuknya Belanda ke indonesia pada tahun 1602 mengawali Sejarah Monopoli VOC. Penjajahan oleh belanda yang berlangsung kurang lebih selama 3,5 abad itu tentu berdampak besar pada perekonomian serta kebijakan ekonomi indonesia pada kala itu.Vwewwnigde Oost-Indische Compagnie (VOC) Adalah Satu kebijakan yang dibuat pada masa itu. Kewenangan mencetak uang, menyatakan perang dan damai, membuat angkatan bersenjata milik sendiri, serta melakukan perjanjian dengan raja-raja.serta kebijakan Cultuur Stelstel (Tanam Paksa) yang dibuat oleh Van Den Bosch setalah bubarnya VOC. Belanda pun dapat diusir dan di gantikan Jepang pada masa perang dunia II dan mengawali Era kependudukan Jepang . Walaupun hanya terjadi 3,5 tahun jepang pun telah merubah kebijakan oleh belanda dengan Perluasan Areal Persawahan dan Pengawasan Pertanian dan Perkebunan.
Setelah Indonesia merdeka dan dipimpin oleh Soekarno, banyak kebijakan yang diambil karena tidak stabilnya perekonomian pasca kemerdekaan, seperti nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia yang pada akhirnya menjadi bank sentral, program Benteng, dan masih banyak lagi. Masuk ke orde baru pimpinan Soeharto, kebijakan utama yang diambil adalah stabilisasi ekonomi pasca orde lama. Berorientasi pada pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara, dan kesejahteraan masyarakat. Pada masa Soeharto, juga membuat rencana-rencana untuk Indonesia ke depannya, yaitu Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Masa orde baru juga mampu menerapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi beras nasional, serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia kala itu, walaupun Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia pada 21 Mei 1998.
Era reformasi sepeninggalan rezim Soeharto, yang dipegang oleh B.J. Habibie dan Abdurrahman Wahid tidak terlalu banyak memberikan kestabilan ekonomi Indonesia karena beliau fokus kepada kestabilan politik. Rezim Megawati Soekarnoputri pun memicu banyak kontroversi, karena memprivatisasi BUMN meskipun hasil penjualan tersebut dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1% kala itu. Setelah masa Megawati  Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono memegang kekuasaan. Banyak kebijakan yang diambil pada masa SBY, yaitu menaikkan harga BBM, memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai), dan masih banyak lagi. Setelah SBY, barulah Joko Widodo memegang kekuasaan sampai sekarang. Kebijakan yang telah dibuat, yaitu mempercepat pembangunan daerah tertinggal, meratakan harga BBM diseluruh daerah, Tax Amnesty, dan lain sebagainya.

Jadi menurut saya, Indonesia sudah mempunyai modal yang sangat besar yaitu sumber daya alam dan manusianya, apabila pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada di indonesia dengan baik dan benar dan dapat memanfaatkan potensinya, maka Indonesia tidak perlu minta bantuan dari pihak asing manapun sehingga masyarakat dapat berinovasi dalam membuat usaha untuk memajukan perekonomian di indonesia,yang menjadi masalah adalah peran ekonomi merupakan peran yang sangat vital dalam menentukan negara tersebut maju atau masih berkembang. Intinya adalah bukan hanya pemerintah saja yang ikut serta dalam perkembangan perekonomian di indonesia tapi seluruh masyarakat Indonesia juga harus ikut serta membantu perekonomian Indonesia. Apabila pemerintah dan masyarakat dapat berkerja sama dengan baik maka dapat dipastikan perekonomian di Indonesia menjadi salah satu yang terbaik diantara negara-negara lainnya, dan dapat dipastikan juga Indonesia menjadi negara yang maju.

SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab8-masalah-pokok-perekonomian_indonesia.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi
http://www.inekriestianti.blogspot.com
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab2-perkembangan_strategi_dan_perencanaan_pembangunan_ekonomi_indonesia.pdf
http://onlinebuku.com/2009/03/06/sejarah-perekonomian-indonesia/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090411185823AAjhb

Minggu, 22 Januari 2017

9 Cara Sukses Menjadi Pebisnis Online!


Berbicara mengenai bisnis online tidak akan pernah ada habisnya, karena memang sangat banyak jenis bisnis online dari mulai yang gratisan sampai yang berbayar. Bisnis online merupakan primadona bagi sebagian orang yang tau potensi pasar dan potensi penghasilan yang bisa diraup dari internet. Pasar yang begitu besar merupakan potensi yang bisa kita lirik untuk menekuni bisnis online. Namun, bagi sebagian orang memulai dan mengembangkan bisnis online sering dianggap tidak mudah. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin berbagi 9 cara sukses menjadi pebisnis online. Semoga kiat-kiat berikut dapat membantu anda.

1. Tetapkan Tujuan Anda
Tetapkan tujuan yang kuat ketika anda mulai menjalani bisnis online dengan serius. Tujuan yang kuat dapat dijadikan patokan serta sumber motivasi ketika ditengah jalan ada godaan yang menerpa bisnis anda. Tujuan ibarat sebuah rel, tetaplah berada dijalur yang telah anda tetapkan, sampai apa yang menjadi tujuan anda tercapai.

2. Lakukan Survey Pasar
Menjalankan bisnis online bukan hanya melakukan pemasaran produk. Bukan pula hanya melulu berpikir bagaimana agar produk kita laku dipasaran. Sebelum menjalankan bisnis online kita perlu terlebih dahulu melakukan survey pasar, melihat sejauh mana produk kita dibutuhkan masyarakat, bukan memaksakan agar produk kita diterima oleh masyarakat.

3. Selangkah Demi Selangkah
Bisnis online bukanlah bisnis yang dapat dijalankan hanya dalam waktu sehari atau dua hari saja. Bekerja selangkah demi selangkah tidak berarti akan membuat perkembangan bisnis anda menjadi lambat. Pelajari setiap langkah yang anda lalui dan rencanakan langkah anda selanjutnya.

4. Fokus
Fokuslah pada bisnis online yang anda jalankan. Dengan fokus, anda dapat mencurahkan perhatian anda secara total 100% untuk mengembangkan bisnis online anda. Pekerjaan andapun akan terasa lebih ringan, dikarenakan kontrol yang dilakukan akan lebih mudah.

5. Bangun dan Perluas Jaringan Kerja
Di bisnis online, jaringan kerja merupakan aset yang sangat berharga. Membangun maupun memperluas jaringan membutuhkan kerja keras. Kita harus dapat membangun komunikasi yang baik dalam berinteraksi dengan teman, kawan, rekan kerja, maupun para pengunjung blog kita. Mempelajari bermacam karakter manusia juga diperlukan agar komunikasi semakin lancar.

6. Berani Mengambil Resiko Secara Cermat
"Resiko" identik dengan penderitaan, kerugian, kesusahan, dan sejenisnya. Ubahlah pemikiran negatif tentangnya. Resiko akan membuat anda belajar untuk berani melangkah, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan. Berani mengambil resiko dapat dimulai dengan memperhitungkan resiko terbesar yang mungkin saja terjadi, persiapkan diri dan lakukan tindakan untuk mengurangi resiko tersebut.

7. Pantang Mundur
Tentunya semua orang yang telah sukses di bisnis online pernah melalui rintangan dan hambatan yang tidak mudah.  Banyak dari mereka berkata bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Terus berusaha dan tetaplah konsisten walaupun mungkin bisnis online anda belum membuahkan hasil sesuai dengan harapan anda. Jangan cepat menyerah. Lakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala agar bisnis online anda tetap terkontrol.

8. Jauhi Penundaan
Tentukan tiap langkah dalam menjalani bisnis online anda dan segera lakukan. Melakukan penundaan akan membuat bisnis online anda berkembang dengan lambat. Lawan rasa malas yang biasa menyerang. Sama seperti mendorong mobil. Saat pertama mendorong adalah saat terberat. Namun ketika mobil sudah melaju, pekerjaan anda akan menjadi lebih ringan.

9. Belajar Dari Pengalaman

Ada pepatah "Pengalaman Adalah Guru Terbaik". Demikian juga dalam menjalani bisnis online, pengalaman mengalami kegagalan akan membuat anda bertambah matang. Jika anda pelaku bisnis online pemula, anda dapat belajar dari pengalaman orang lain. Belajar dari pengalaman penting untuk meminimalkan resiko kegagalan. Paling tidak, anda dapat menghindari kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

SUMBER:
http://megahindra.blogspot.co.id/2013/01/9-cara-sukses-menjadi-pebisnis-online.html

6 Tips Sukses Memulai Bisnis Kuliner Bagi Pemula


Bagi pemula untuk mendapatkan #ide bisnis yang sesuai dengan passionya menjadi kesulitan tersendiri. Di era persaingan yang sangat ketat, kita dituntut untuk dapat bergerak cepat. Untuk itu bagi Anda pemula di dunia bisnis di harapkan dapat bersaing dan mengikuti ritme persaingan yang tinggi.
Ada banyak ide bisnis yang dapat Anda jalankan, salah satunya di #bisnis kuliner. Bisnis kuliner mempunyai segmentasi pasar yang luas membidik hampir semua kalangan dan golongan. Untuk itu bisnis ini dapat menjadi salah satu bisnis yang dapat Anda jalankan.
Beberapa tahun ke belakang, bisnis kuliner banyak dilirik oleh sebagian pebisnis, ini didasari oleh segmentasi pasar yang luas dan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Jadi bukan tidak mungkin, seorang pemula sekalipun dapat menjalankan bisnis ini hingga sukses.
Bagi Anda yang saat ini akan atau sedang menjalankan bisnis kuliner, berikut kami rangkum 6 tips sukses memulai bisnis kuliner bagi pemula. Semoga dapat bermanfaat untuk perkembangan bisnis yang akan atau sudah Anda jalankan.

1. Memiliki Konsep yang Menarik
Di dalam bisnis apapun, sebuah konsep menarik menajadi nilai tambah tersendiri dalam bisnis tersebut. Tidak terkecuali didalam bisnis kuliner. Justru di dalam bisnis kuliner konsep yang menarik menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Oleh karena itu sebelum Anda memutuskan untuk membuka bisnis kuliner sebaiknya Anda memikirkan konsep semenarik mungkin dan usahakan konsep tersebut original yang berbeda dari bisnis kebanyakan. Konsep yang membuat seseorang penasaran dan bertanya-tanya produk apa yang dijual, apa keunikan dari produk tersebut dan pelayanan seperti apa yang ditawarkan. Dengan demikian Anda akan mudah menjaring konsumen.
Mungkin sudah tidak asing lagi konsep bisnis kuliner dengan nama yang “nyeleneh” atau konsep dekorasi yang tidak lazim. Tapi hal ini terbukti membuat konsumen penasaran dan memaksa konsumen untuk mencobanya. Masyarakat kita saat ini ingin mencoba sesuatu yang baru, mereka sudah bosan dengan kuliner yang biasa-biasa saja. Karena memiliki rasa masakan yang enak saja tidak cukup untuk membuat konsumen loyal.
Buatlah konsumen berkesan dengan makanan atau pelayanan dan tempat yang menarik sehingga mereka akan menjadikan tempat makan Anda menjadi salah satu daftar lokasi yang harus mereka kunjungi setiap bulannya.

2. Menentukan Target Pasar
Setelah Anda memiliki konsep yang menarik, maka langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar. Memang target pasar di dunia kuliner sangat luas, namun jika di tentukan lebih spesifik maka Anda akan dengan mudah menentukan tujuan selanjutnya. Sebagai contoh jika Anda membuka bisnis kuliner di area kampus, maka target pasar Anda adalah mahasiswa. Jadi Anda dapat membuka restoran dengan harga yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang menunjang mahasiswa untuk berlama-lama di tempat Anda.
Penentukan target pasar adalah penting agar Anda dapat menentukan kemana arah bisnis Anda dan inovasi apa yang harus Anda lakukan serta perkembangan apa saja yang saat ini populer di kalangan target pasar Anda.

3. Berinovasi dengan Baik
Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, fakta masyarakat kita saat ini sedang berada di titik jenuh. Maka hal yang harus Anda lakukan untuk dapat bersaing adalah dengan berinovasi. Jangan melakukan atau membuka bisnis yang sama persis dengan bisnis orang lain, mungkin jika ingin meniru maka lebih baik mengambil konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
Akan tetapi jika Anda ingin mendapatkan kesan yang “wah” maka sebaiknya berinovasi dan menelurkan produk baru yang membuat konsumen penasaran. Jika Anda tidak dapat berinovasi dan hanya mengikuti alur yang ada. Maka akan dipastikan bisnis Anda akan mengalami perlambatan, mungkin akan lumpuh diperiode tertentu. Untuk mencegah hal tersebut maka mulailah membuat ide gila yang membuat konsumen merasakan kesan berbeda setelah mencoba produk dan layanan Anda.

4. Memulai Bisnis Kuliner di Lokasi yang Strategis
Poin keempat ini sebenarnya tidak perlu kita bahas, karena sudah pasti bisnis yang dapat berkembang dengan cepat adalah karena memilki tempat yang strategis. Poin ini hanya untuk mengingatkan, karena kami masih banyak melihat konsep cafe atau kedai yang berada di gang-gang atau di area yang jauh dari aktifitas. Sebagus apapun konsep Anda, jika tidak ada aktifitas di area tersebut maka akan sia-sia.

5. Harga yang Terjangkau
Sudah tidak asing lagi, perilaku konsumen kita yang selalu ingin mendapatkan harga terjangkau namun dengan layanan yang maksimal. Sebagi pebisnis kita tidak bisa menyalahkan hal tersebut, yang harus kita lakukan adalah beradaptasi dengan perilaku konsumen yang demikian itu.
Jika Anda ingin sukses menjalankan bisnis kuliner maka kami sarankan untuk memberikan harga terbaik pada konsumen kita. Dengan begitu Anda telah memilki alasan pertama yang membuat konsumen membeli produk Anda. Apalagi jika Anda menjual produk kuliner dengan harga terjangkau namun dengan pelayanan yang baik pula. Sudah dipastikan bisnis Anda akan berkembang lebih cepat, karena kedua point ini adalah salah satu alasan konsumen untuk membeli.

6. Menjaga Reputasi Bisnis
Bisnis yang bertahan lama adalah bisnis yang mampu menjaga reputasinya. Tidak terkecuali di bisnis kuliner, bisnis kuliner bisa dibilang sensitif terhadap issue. Oleh karena itu sebaik mungkin untuk dapat menjaga reputasi contohnya dengan tetap memberikan pelayanan yang maksimal, tetap menjaga kehigienisan makanan dan kebersihan restoran. Dengan begitu konsumen akan tetap mempercayai restoran dan makanan Anda untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya.


Sekian 6 tips sukses memulai bisnis kuliner bagi pemula, kami berharap artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang akan atau sedang menjalankan bisnis kuliner.

SUMBER:
https://www.maxmanroe.com/6-tips-sukses-memulai-bisnis-kuliner-bagi-pemula.html

Jumat, 18 November 2016

REAL MADRID C.F.

PENJELASAN UMUM
Real Madrid Club de Fútbol (pengucapan bahasa Spanyol: [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol]; Royal Madrid Football Club), umumnya dikenal sebagai Real Madrid, adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Madrid, Spanyol.

Didirikan pada tahun 1902 sebagai Madrid Football Club, secara tradisional mengenakan kostum kandang putih. Kata Real ("dari kerajaan") Spanyol dan dianugerahkan ke klub oleh Raja Alfonso XIII pada tahun 1920 bersama-sama dengan mahkota kerajaan di lambang klub. Klub ini telah memainkan pertandingan kandang di Stadion Santiago Bernabéu dengan kapasitas 85.454 di pusat kota Madrid sejak tahun 1947.

Klub ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dalam hal pendapatan, dengan omset tahunan sebesar €513 juta dan paling berharga, senilai €3.3 miliar.[4][5] Ini adalah salah satu dari tiga klub untuk tidak pernah terdegradasi dari papan atas sepak bola Spanyol, bersama dengan Athletic Bilbao dan Barcelona. Real Madrid memiliki banyak persaingan lama, terutama El Clásico dengan Barcelona dan El Derbi madrileño dengan Atlético Madrid.

Klub ini memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola Spanyol dan Eropa selama tahun 1950. Di dalam negeri, Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Klub ini telah meraih 32 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 1 Copa Eva Duarte, 1 Copa de la Liga,11 gelar Piala Eropa/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA, 2 Piala Super UEFA, 3 Piala Interkontinental dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA.



Rivalitas
El Clásico



Lassana Diarra dari Real Madrid dan Lionel Messi dari Barcelona pada tahun 2011 El Clásico.
Dalam sebuah liga nasional di suatu negara, sering terdapat persaingan sengit antara dua tim terkuat, dan ini terutama terjadi di La Liga, di mana pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai "Pertemuan Klasik" (El Clásico). Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol: Catalunya dan Castilla, serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.
Selama era kediktatoran Miguel Primo de Rivera dan terutama Francisco Franco (1939—1975), semua budaya regional ditekan. Semua bahasa daerah yang dipakai di wilayah Spanyol, kecuali bahasa Spanyol (Castilla), secara resmi dilarang. Simbolisasi keinginan rakyat untuk kebebasan Catalunya membuat Barcelona menjadi "lebih dari sekadar klub sepak bola" (més que un club) untuk masyarakat Catalan. Menurut Manuel Vázquez Montalbán, cara terbaik untuk orang Catalan untuk menunjukkan identitas mereka adalah dengan bergabung dengan Barcelona. Hal ini lebih kecil risikonya daripada bergabung dengan gerakan anti-Franco, dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.
Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di bawahnya. Santiago Bernabeu yang menjadi presiden klub merupakan seorang pejuang untuk los nacionales. Namun, selama Perang Saudara Spanyol, anggota kedua klub seperti Josep Sunyol (Barcelona) dan Rafael Sánchez Guerra (Real Madrid) menyerah di tangan para pendukung Franco.
Selama tahun 1950, persaingan tersebut memburuk saat ada kontroversi seputar transfer Alfredo Di Stéfano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan kunci kesuksesan mereka berikutnya. Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai "Pertandingan Abad Ini" oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia.
El Derbi madrileño



Gareth Bale dari Real Madrid dan Arda Turan dari Atlético Madrid di 2013 El Derbi madrileño.
Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak bola dari ibu kota Madrid tersebut. Meskipun Atlético awalnya didirikan oleh tiga mahasiswa Basque pada tahun 1903, mereka kemudian berhasil mendapatkan kekuatan baru pada 1904, seiring bergabungnya para mantan pemain Real Madrid. Ketegangan lebih lanjut datang karena pendukung Real Madrid lebih banyak dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Dalam beberapa kesempatan selanjutnya, mereka kembali bertemu dalam ajang lain, salah satunya dalam semifinal Piala Champions tahun 1959, di mana Real yang memenangkan pertandingan pertama dengan skor 2–1 di Santiago Bernabéu dan dibalas kemenangan 1–0 Atletico di Metropolitano yang membuat pertandingan harus diulang. Dalam pertandingan ulangan itulah, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Atletico kemudian berhasil melakukan balas dendam dengan dua kali mengalahkan Real Madrid dalam Copa del Generalísimo tahun 1960 dan 1961 saat dilatih oleh mantan pelatih Real Madrid, José Villalonga Llorente. Real Madrid telah memenangkan El Derbi madrileño sebanyak 75 kali.
Antara 1961 dan 1989, ketika Real Madrid mendominasi La Liga, hanya Atletico yang mampu mencuri kesempatan juara pada saat Real lengah. Mereka berhasil memenangkan gelar La Liga pada tahun 1966, 1970, 1973, dan 1977. Pada tahun 1965, Atletico menjadi tim pertama yang mengalahkan Real di Bernabéu dalam kurun waktu delapan tahun. Catatan Real Madrid melawan Atletico pada masa sekarang sangat menguntungkan bagi kubu Real Madrid. Kemenangan mengesankan dalam derbi ini terjadi pada musim 2002—03, ketika Real Madrid merebut gelar La Liga setelah menang dengan skor 0–4 atas Atletico di Stadion Vicente Calderón.

Keuangan dan kepemilikan



Gareth Bale, salah satu aset termahal yang dimiliki Real Madrid.



Pesawat Real Madrid
Di bawah kepemimpinan pertama presiden Florentino Pérez (2000—2006), Real Madrid berkembang dan memulai ambisi untuk menjadi sebuah klub sepak bola terkaya di dunia sepak bola profesional.Klub kemudian menjual tempat pelatihan mereka di kota Madrid pada tahun 2001 kepada empat perusahaan, yaitu: Repsol YPF, Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL. Penjualan tersebut terbilang berhasil dan keuangan klub menjadi sehat seiring habisnya utang yang membebani mereka selama ini dan sekaligus pula membuka jalan untuk membeli pemain-pemain kelas dunia yang paling mahal seperti Zinedine Zidane, Luís Figo, Ronaldo dan David Beckham. Kota Madrid sebelumnya sempat merencanakan merelokasi tempat latihan klub yang kemudian membuat nilai jual tanah milik klub menjadi tinggi.Komisi Uni Eropa kemudian mengadakan penyelidikan kepada pemerintah kota Madrid terkait subsidi kepada negara yang harusnya ada dari bisnis jual beli ini.
Penjualan tanah bangunan kamp pelatihan untuk membersihkan utang Real Madrid sebesar 270 miliar Euro dan memungkinkan klub untuk memulai belanja pemain mahal sebelumnya belum pernah terjadi dalam sejarah Real. Selain itu keuntungan dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membuat sebuah kamp pelatihan baru yang letaknya ada di pinggir kota. Walaupun kebijakan Pérez yang menghasilkan kesuksesan keuangan meningkat dari eksploitasi pemasaran klub yang tinggi di seluruh dunia, terutama di Asia, namun ia kerap kali dikritik karena terlalu fokus pada pemasaran tim yang akhirnya berujung pada buruknya prestasi tim.
Pada September 2007, Real Madrid dianggap sebagai klub paling berharga dalam sepak bola Eropa oleh BBDO. Pada tahun 2008, Real kemudian menjadi klub paling berharga kedua di sepak bola, dengan nilai 951 juta Euro (640 juta pound sterling / 1,2 miliar dollar), hanya kalah tipis dari Manchester United, yang bernilai 1,3 miliar Euro (900 juta pound sterling). Pada tahun 2010, Real Madrid memiliki omset tertinggi dalam bisnis sepak bola di seluruh dunia. Pada bulan September 2009, manajemen Real Madrid mengumumkan rencana untuk membuka taman publik yang akan diluncurkan di 2013.
Sebuah studi di Universitas Harvard menyimpulkan bahwa Real Madrid "adalah salah satu dari 20 merek yang paling penting dan satu-satunya di mana eksekutif perusahaan bersama para pemain terkenal. Kami memiliki beberapa tokoh yang spektakuler dalam hal untuk mendukung seluruh dunia klub. Ada adalah 287 juta orang di seluruh dunia yang diperkirakan menjadi penggemar Real Madrid."
Pada tahun 2010, penilaian Forbes menempatkan Real Madrid berada di posisi kedua klub terkaya sekitar 992 juta Euro (1.323 juta dollar AS), masih dibawah setelah Manchester United, berdasarkan angka dari musim 2008-09. Menurut Deloitte, Real Madrid memiliki pendapatan tercatat sebesar 401 juta Euro pada periode yang sama yang membuat mereka menduduki peringkat pertama.
Bersama dengan FC Barcelona, ​​Athletic Bilbao, dan Osasuna, Real Madrid kini menjadi sebuah perusahaan terdaftar. Berbeda dengan perusahaan terbatas (PT), seseorang tidak mungkin untuk membeli saham klub tetapi hanya boleh menjadi anggota pemodal saja. Para anggota pemodal Real Madrid, disebut socios, membentuk sebuah jaringan delegasi yang merupakan badan tertinggi klub. Pada 2010 klub memiliki 60.000 socios. Pada akhir musim 2009-10, dewan direksi klub menyatakan bahwa Real Madrid memiliki utang bersih sebesar 244,6 juta Euro atau sekitar 82,1 juta lebih rendah dari tahun fiskal sebelumnya.

SUMBER:

https://id.wikipedia.org/wiki/Real_Madrid_C.F.

Kamis, 17 November 2016

CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

CSR (Program Corporate Social Reponsibility) adalah bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan sekitar, sederhananya bahwa setiap bentuk perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya melalui program-program social, yang ditekankan adalah program pendidikan dan lingkungan. Dengan postingan Pengertian, Fungsi dan Manfaat CSR (Corporate Social Rseponsibility) ini akan saya ulas secelumit soal CSR (Corporate Social Reponsibility).

Perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal (artinya kepada pemegang saham atau shareholder) tapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) yang jangkauannya melebihi kewajiban-kewajiban. Pemikiran yang mendasari CSR (corporate social responsibility) yang sering dianggap inti dari Etika Bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban-kewajiban ekonomis dan legal (artinya kepada pemegang saham atau shareholder) tapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) yang jangkauannya melebihi kewajiban-kewajiban di atas.

Beberapa hal yang termasuk dalam CSR ini antara lain adalah tatalaksana perusahaan (corporate governance) yang sekarang sedang marak di Indonesia, kesadaran perusahaan akan lingkungan, kondisi tempat kerja dan standar bagi karyawan, hubungan perusahan-masyarakat, investasi sosial perusahaan (corporate philantrophy). Berdasarkan teori diatas, disini akan membahas tentang CSR ( corporate social responsibility) dan bagaimana manfaat-manfaat bagi bagi masyarakat dan keuntungan bagi perusahaan dan contoh perusahaan yang telah menerapkan CSR.

Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasanya kegiatan perusahaan membawa dampak – for better or worse, bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan beroperasi. Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. Melainkan pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan.

Jika kita perhatikan, masyarakat sekarang hidup dalam kondisi yang dipenuhi beragam informasi dari berbagai bidang, serta dibekali kecanggihan ilmu dan teknologi. Pola seperti ini mendorong terbentuknya cara berpikir, gaya hidup dan tuntutan masyarakat yang lebih tajam. Sehubungan dengan adanya tuntutan dan kebutuhan akan CSR (Program Corporate Social Reponsibility) yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi UU PT No.40 Tahun 2007 pasal 74 Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang baru yang menyebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Selajutnya lebih terperinci adalah UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudiaan dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No.4 Tahun 2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga tatacara pelaksanaan CSR.. Undang-undang ini disyahkan dalam sidang paripurna DPR.

Pada saat sekarang ini konsep pemasaran sudah berada pada tahap dimana konsumen dalam membeli produk suatu perusahaan tidak hanya sekedar memperhatikan suatu produk apakah bisa memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efisisen dari pada saingan tapi juga dengan kritis melihat apakah keberadaan perusahaan telah berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga apakah keberadaan perusahaan tidak menjadi bencana di tengah masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kritis konsumen juga selektif melihat apakah suatu perusahaan tidak melakukan hal-hal tidak terpuji seperti perusakan lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, manipulasi pajak dan penindasan terhadap hak-hak buruh.

Menurut Kotler dan Nancy (2005) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.

Menurut CSR Forum (Wibisono, 2007) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan.

Definisi CSR menurut World Business Council on Sustainable Development adalah komitmen dari bisnis/perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas. Wacana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang kini menjadi isu sentral yang semakin populer dan bahkan ditempatkan pada posisi yang penting, karena itu kian banyak pula kalangan dunia usaha dan pihak-pihak terkait mulai merespon wacana ini, tidak sekedar mengikuti tren tanpa memahami esensi dan manfaatnya.

Corporate Social Responsibilit(CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Contoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan investasi jangka panjang yang berguna untuk meminimalisasi risiko sosial, serta berfungsi sebagai sarana meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Salah satu implementasi program CSR adalah dengan pengembangan atau pemberdayaan masyarakat (Community Development). Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya (cost centre) melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre). Program CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Disisi lain masyarakat mempertanyakan apakah perusahaan yang berorientasi pada usaha memaksimalisasi keuntungan-keuntungan ekonomis memiliki komitmen moral untuk mendistribusi keuntungan-keuntungannya membangun masyarakat lokal, karena seiring waktu masyarakat tak sekedar menuntut perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan, melainkan juga menuntut untuk bertanggung jawab sosial.

Penerapan program CSR merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance). Diperlukan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) agar perilaku pelaku bisnis mempunyai arahan yang bisa dirujuk dengan mengatur hubungan seluruh kepentingan pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat dipenuhi secara proporsional, mencegah kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi korporasi dan memastikan kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.
Konsep ini mencakup berbagai kegiatan dan tujuannya adalah untuk mengembangkan masyarakat yang sifatnya produktif dan melibatkan masyarakat didalam dan diluar perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, meski perusahaan hanya memberikan kontribusi sosial yang kecil kepada masyarakat tetapi diharapkan mampu mengembangkan dan membangun masyarakat dari berbagai bidang. Kegiatan CSR penting dalam upaya membangun citra dan reputasi perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan baik dari konsumen maupun mitra bisnis perusahaan tersebut.

Keuntungan CSR bagi perusahaan :
1.      Layak Mendapatkan sosial licence to operate
Masyarakat sekitar adalah komunitas utama perusahaan. Ketika mereka mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka akan merasa memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberika kepada perusahaan adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut.

2. Mereduksi Resiko Bisnis Perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Disharmoni dengan stakeholders akan menganggu kelancaran bisnis perusahaan. Bila sudah terjadi permasalahan, maka biaya untuk recovery akan jauh lebih berlipat bila dibandingkan dengan anggaran untuk melakukan program Corporate Social Responsibility. Oleh karena itu, pelaksanaan Corporate Social Responsibility sebagai langkah preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan stakeholders perlu mendapat perhatian.

3. Melebarkan Akses Sumber Daya
Track records yang baik dalam pengelolaan Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang diperlukan perusahaan.

4. Membentangkan Akses Menuju Market
Investasi yang ditanamkan untuk program Corporate Social Responsibility ini dapat menjadi tiket bagi perusahaan menuju peluang yang lebih besar. Termasuk di dalamnya memupuk loyalitas konsumen dan menembus pangsa pasar baru.

5. Mereduksi Biaya
Banyak contoh penghematan biaya yang dapat dilakukan dengan melakukan Corporate Social Responsibility. Misalnya: dengan mendaur ulang limbah pabrik ke dalam proses produksi. Selain dapat menghemat biaya produksi, juga membantu agar limbah buangan ini menjadi lebih aman bagi lingkungan.

6. Memperbaiki Hubungan dengan Stakehoder
Implementasi Corporate Social Responsibility akan membantu menambah frekuensi komunikasi dengan stakeholder, dimana komunikasi ini akan semakin menambah trust stakeholders kepada perusahaan.

7. Memperbaiki Hubungan dengan Regulator
Perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility umumnya akan meringankan beban pemerintah sebagai regulator yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.

8. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan
Image perusahaan yang baik di mata stakeholders dan kontribusi positif yang diberikan perusahaan kepada masyarakat serta lingkungan, akan menimbulkan kebanggan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam perusahaan mereka sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.

9. Peluang Mendapatkan Penghargaan
Banyaknya penghargaan atau reward yang diberikan kepada pelaku Corporate Social Responsibility sekarang, akan menambah kans bagi perusahaan untuk mendapatkan award.

Manfaat CSR bagi masyarakat
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.

Dalam menjalankan tanggungjawab sosialnya, perusahaan memfokuskan perhatiannya kepada tiga hal yaitu (profit), masyarakat (people), dan lingkungan (planet). Perusahaan harus memiliki tingkat profitabilitas yang memadai sebab laba merupakan fondasi bagi perusahaan untuk dapat berkembang dan mempertahankan eksistensinya Dengan perolehan laba yang memadai, perusahaan dapat membagi deviden kepada pemegang saham, memberi imbalan yang layak kepada karyawan, mengalokasikan sebagian laba yang diperoleh untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha di masa depan, membayar pajak kepada pemerintah, dan memberikan multiplier effect yang diharapkan kepada masyarakat. Dengan memperhatikan masyarakat, perusahaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perhatian terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan cara perusahaan melakukan aktivitas-aktivitas serta pembuatan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup dan kompetensi masyarakat diberbagai bidang. Dengan memperhatikan lingkungan, perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas hidup umat manusia dalam jangka panjang. Keterlibatan perusahaan dalam pemeliharaan dan pelestarian lingkungan berarti perusahaan berpartisipasi dalam usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak bencana yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan. Dengan menjalankan tanggungjawab sosial, perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar laba jangka pendek, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan (terutama lingkungan sekitar) dalam jangka panjang.

Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya (cost centre) melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre). Program CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Disisi lain masyarakat mempertanyakan apakah perusahaan yang berorientasi pada usaha memaksimalisasi keuntungan-keuntungan ekonomis memiliki komitmen moral untuk mendistribusi keuntungan-keuntungannya membangun masyarakat lokal, karena seiring waktu masyarakat tak sekedar menuntut perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan, melainkan juga menuntut untuk bertanggung jawab sosial.

Penerapan program CSR merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance). Diperlukan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) agar perilaku pelaku bisnis mempunyai arahan yang bisa dirujuk dengan mengatur hubungan seluruh kepentingan pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat dipenuhi secara proporsional, mencegah kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi korporasi dan memastikan kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.

Dengan pemahaman tersebut, maka pada dasarnya CSR memiliki fungsi atau peran strategis bagi perusahaan, yaitu sebagai bagian dari manajemen risiko khususnya dalam membentuk katup pengaman sosial (social security).   Selain itu melalui CSR  perusahaan juga dapat membangun reputasinya, seperti meningkatkan citra perusahaan maupun pemegang sahamnya, posisi merek perusahaan, maupun bidang usaha perusahaan.

Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa CSR berbeda dengan charity atau sumbangan sosial. CSR harus dijalankan di atas suatu program dengan memerhatikan kebutuhan dan keberlanjutan program dalam jangka panjang. Sementara sumbangan sosial lebih bersifat sesaat dan berdampak sementara. Semangat CSR diharapkan dapat mampu membantu menciptakan keseimbangan  antara perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya tanggung jawab sosial  perusahaan ini diharapkan dapat kembali menjadi budaya bagi bangsa Indonesia khususnya, dan masyarakat dunia dalam kebersamaan mengatasi masalah sosial dan lingkungan.

Keputusan manajemen perusahaan untuk melaksanakan program-program CSR secara berkelanjutan, pada dasarnya merupakan keputusan yang rasional. Sebab implementasi program-program CSR akan menimbulkan efek lingkaran emas yang akan dinikmati oleh perusahaan dan seluruh stakeholder-nya. Melalui CSR, kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal maupun masyarakat luas akan lebih terjamin. Kondisi ini pada gilirannya akan menjamin kelancaran seluruh proses atau aktivitas produksi perusahaan serta pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan. Sedangkan terjaganya kelestarian lingkungan dan alam selain menjamin kelancaran proses produksi juga menjamin ketersediaan pasokan bahan baku produksi yang diambil dari alam.

Bila CSR benar-benar dijalankan secara efektif maka dapat memperkuat atau meningkatkan akumulasi modal sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal sosial, termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, jaringan dan kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui beragam mekanismenya, modal sosial dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat kekerasan dan kejahatan.

Tanggung jawab perusahaan terhadap kepentingan publik dapat diwujudkan melalui pelaksanaan program-program CSR yang berkelanjutan dan menyentuh langsung aspek-aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian realisasi program-program CSR merupakan sumbangan perusahaan secara tidak langsung terhadap penguatan modal sosial secara keseluruhan. Berbeda halnya dengan modal finansial yang dapat dihitung nilainya kuantitatif, maka  modal sosial tidak dapat dihitung nilainya secara pasti. Namun demikian, dapat ditegaskan bahwa pengeluaran biaya untuk program-program CSR merupakan investasi perusahaan untuk memupuk modal sosial.

Bagi sobat yang ingin mendapatkan peraturan-peraturan yang mengatur tentang CSR (Program Corporate Social Reponsibility) silahkan klik link dibawah untuk mendapatkannya.

Peraturan-peraturan tentang CSR (Corporate Social Responsibility)

Demikian posting mengenai Pengertian, Fungsi dan Manfaat CSR (Corporate Social Responsibility), semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk sobat semua, dan dengan informasi ini sobat semua bisa memanfaatkan anggara CSR dari perusahaan yang ada disekitar lingkungan sobat, karena sifatnya SCR ini wajib, karenanya sobat semua harus memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan social sobat.

CONTOH KASUS:
Nestlé mempercayai bahwa agar perusahaan dapat sukses dan menciptakan manfaat untuk para pemegang saham, perusahaan juga perlu menciptakan manfaat bagi masyarakat. Inilah yang dimaksudkan dengan menciptakan manfaat bersama atau (CSV)'Creating Shared Value'. Hal Ini yang telah menjadi salah satu hal mendasar bagi Nestlé dalam melakukan kegiatan bisnisnya selama 147 tahun terakhir dan untuk mewujudkannya Nestle melakukan banyak kegiatan CSR dengan fokus pada 3 area, yaitu lewat nutrisi, air, dan rural development. Tidak hanya memberi, kegiatan-kegiatan ini juga ditujukan untuk merangsang masyarakat untuk ikut serta mengembangkan lingkungan mereka.
Berbagai studi juga memperlihatkan bahwa gaya hidup masyarakat modern telah menyebabkan aktivitas anak usia sekolah dasar mulai dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan jajan makanan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang berkurang merupakan fenomena yang semakin luas terjadi di kalangan siswa sekolah dasar oleh karena itu, Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Nutrition Association menyelenggarakan program “Nestlé Healthy Kids Indonesia” yang bertujuan memberikan pengetahuan seputar gizi dan nutrisi, meningkatkan kegiatan fisik serta memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri dengan melibatkan para guru dan orang tua, program ini di fokuskan pada anak – anak di bangku sekolah dasar  usia 7 - 12 tahun, karena pada usia sekolah dasar sendiri merupakan fondasi dari proses pembelajaran dimana siswa sedang mempelajari dan membentuk norma baru termasuk pengenalan dan pembelajaran gaya hidup dan perilaku hidup sehat dan bersih.
Nestle Heathty Kids Indonesia dimulai pertengahan tahun 2010 dengan 7 sekolah dasar sebagai pilot project, dan kini telah diimplementasikan di 31 sekolah dasar di seluruh Indonesia, menjangkau lebih dari 8000 murid dan melibatkan 400 guru sekolah dasar. Program ini dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data di sekolah, termasuk pemeriksaan anemia, penyakit cacing serta pengukuran berat dan tinggi badan juga pelatihan bagi guru dan kepala sekolah menggunakan 12 modul kesehatan tentang topik seputargizi dan makanan, kebersihan diri dan lingkungan, dan aktifitas fisik.
Pada hari Jumat, 11 Oktober 2013 Program Kids' Athletics kerja sama global antara Federasi Asosiasi Atletik International (IAAF) dan Nestlé Healthy Kids, diresmikan di Indonesia. Program ini merupakan rangkaian dari program sebelumnya yaitu “Nestle Healthy Kids Indonesia”. Program pelatihan “Kids’ Athletics” tahap awal diikuti oleh 57 guru olahraga Sekolah Dasar (SD) dari 13 provinsi dan 80 anak-anak sekolah dasar di Jakarta yang bertujuan mempromosikan dan mendorong aktivitas fisik dikalangan anak - anak, menjadikan olah raga atletik sebagai salah satu olah raga favorit serta sekaligus mencari bibit - bibit baru di dunia atletik.
Selain di Indonesia, “Nestle Healthy Kids” ini turut dilaksanakan di Afrika Selatan, Argentina, Bangladesh, Boznia Herzegovina, Brazil, Bulgaria, Cina, Estonia, India, Kenya, Kongo, Paraguay, Perancis, Puerto Rico, Rusia, Srilanka, Swedia, Uganda, Ukraina, Uni Emirat Arab, dan Zimbabwe. Sampai dengan akhir 2012, program NHK global telah menjangkau lebih dari 5,4 juta anak-anak yang tersebar di 64 negara.
Melalui program - Program yang dilakukan oleh PT. Nestle Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia, menjadikan anak – anak usia dini sebagai target khalayak mereka yang diharapkan nanti agar anak - anak tersebut dapat tumbuh dengan baik dan menjadi anak - anak yang cerdas dan sehat sehingga dapat dapat membawa perubahan yang besar bagi Indonesia di kemudian hari.
PT. Nestle Indonesia juga telah berani mengambil langkah besar menuju tatanan ekonomi baru yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial dan pemerintah melalui model bisnis berkelanjutan. Terbukti dengan suksesnya program “Nestle Healthy Kids” yang telah banyak diikuti oleh ribuan sekolah di beberapa puluh kabupaten kota di Indonesia dan semoga program “Nestle Heathy Kids” ini bisa diterapkan oleh seluruh sekolah – sekolah dasar di Indonesia.

ANALISIS: 
Menurut saya setiap perusahaan yang ada di Indonesia memiliki berbagai macam program CSR yang berbeda-beda tiap perusahaannya, tergantung dari kompetensi perusahaan dan kebutuhan yang diperlukan masyarakat sekitar. Sebelum dibuatnya program CSR untuk masyarakat perlu dilakukan survei terlebih dahulu untuk mengumpulkan aspirasi atau pendapat masyarakat sekitar. Bila CSR benar-benar dijalankan secara efektif maka dapat memperkuat atau meningkatkan akumulasi modal sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Modal sosial, termasuk elemen-elemennya seperti kepercayaan, kohesifitas, altruisme, gotong royong, jaringan dan kolaborasi sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui beragam mekanismenya, modal sosial dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik, meluasnya partisipasi dalam proses demokrasi, menguatnya keserasian masyarakat dan menurunnya tingkat kekerasan dan kejahatan.Tanggung jawab perusahaan terhadap kepentingan publik dapat diwujudkan melalui pelaksanaan program-program CSR yang berkelanjutan dan menyentuh langsung aspek-aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian realisasi program-program CSR merupakan sumbangan perusahaan secara tidak langsung terhadap penguatan modal sosial secara keseluruhan. Berbeda halnya dengan modal finansial yang dapat dihitung nilainya kuantitatif, maka  modal sosial tidak dapat dihitung nilainya secara pasti. Namun demikian, dapat ditegaskan bahwa pengeluaran biaya untuk program-program CSR merupakan investasi perusahaan untuk memupuk modal sosial. 

SUMBER :
1. http://mix.co.id/headline/nestle-gelar-kampanye-kids-athletics/
2. http://www.nestle.co.id/ina/csv/gizidankesehatan/healthykidsprogram
3. http://www.nestle.co.id/ina/csv/Pages/Kids'-Athletics-diresmikan-di-Indonesia.aspx
4. http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
5. http://gwadamakbar.wordpress.com/2012/01/24/pengertian-corporate-social-responsibility-csr/
    Mardikanto, totok. 2009. Majalah Bisnis dan CSR. Jakarta: Latofi
6. http://infokitauntukkita.blogspot.co.id/2014/05/pengertian-fungsi-dan-manfaat-csr.html